Menurutnya, saat ini kekuatan tidak lagi hanya ditentukan oleh sumber daya besar tetapi oleh efisiensi, strategi dan kualitas sumber daya manusia.
“Perang sekarang bukan kuat-kuatan senjata. Tapi kuat-kuatan strategi dan efisiensi. Sedikit tapi efektif itu jauh lebih menentukan,” ujar Farhan.
Ia mengatakan, konsep tersebut relevan dengan pengembangan ekonomi kreatif di Kota Bandung. Menurutnya, Bandung tidak harus memiliki teknologi tercanggih untuk menjadi pusat ekonomi digital, melainkan SDM kreatif yang mampu memanfaatkan teknologi secara efektif.
“Bandung tidak bikin chip tercanggih di dunia. Tapi saya percaya otak-otak terbaik untuk ekonomi digital di Indonesia banyak lahir dari Kota Bandung,” katanya.








