Menurut keterangan yang disampaikan Budi, orang yang mengambil telepon selulernya diduga berasal dari kelompok yang mendampingi Bupati Bandung Dadang Supriatna. Insiden tersebut berlangsung tidak lama setelah Dadang selesai memberikan keterangan sebagai saksi dalam perkara PT BDS.
Suyono menegaskan, JHB belum menuduh Dadang Supriatna sebagai pihak yang memerintahkan tindakan tersebut. Namun, hubungan orang yang diduga mengambil telepon seluler dengan rombongan atau tim pengamanan bupati, menurutnya, perlu diperjelas.
“Kami tidak menuduh Bupati memerintahkan perampasan HP itu. Tetapi kalau orang tersebut benar merupakan bagian dari tim yang dibawa dan bekerja untuk mengamankan Bupati, maka secara moral dan etik kepala daerah wajib turun tangan,” ujar Suyono, Rabu (30/9/2026).







