Ia juga menambahkan, anak-anak tidak boleh dibebani tanggung jawab orang dewasa, dan setiap kasus anak yatim atau anak dari keluarga sakit berat harus mendapat intervensi dari Dinas Sosial.
Secara topografis, Cijawura berada di ketinggian 692 MDPL, yang membuatnya cukup rentan terhadap banjir dan genangan air.
Selain itu, potensi angin kencang dan pohon tumbang juga menjadi perhatian.
Wali Kota menginstruksikan BPBD dan DSDABM untuk melakukan pengerukan sedimen sungai secara manual, Perbaikan dan penguatan kirmir, Penataan pohon rawan tumbang, serta penyusunan mitigasi bencana angin kencang berbasis warga.
“Mitigasi bencana itu bukan menunggu datangnya musibah, tapi membangun kesadaran. Kita latih warga agar tanggap dan cepat bertindak,” ujar Wali Kota.







