“Kami berharap diskusi nanti dapat memperkaya wawasan, memperluas perspektif, serta menemukan semangat kontribusi intelektual bagi Indonesia di kancah internasional,” pungkasnya sebelum mengakhiri sambutan dengan mengucap “Bismillahirrahmanirrahim” dan membuka acara secara resmi.
Kegiatan nobar dan bincang polugri ini diharapkan tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberikan manfaat akademik yang nyata. Dengan format yang interaktif, acara ini menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk memahami kompleksitas diplomasi Indonesia sekaligus memantik minat mereka untuk turut berkontribusi dalam percaturan global.
Menyoroti Dunia dalam “Survival Mode” dan Diplomasi Ketahanan
Dalam diskusi bertajuk “Bincang Polugri”, Duta Besar Adam M. Tugio, Anggota Governing Council Indonesia ASEAN Institute for Peace and Reconciliation (AIPR), bersama penanggap Dr. Muh. Resa Yudianto Suldani, S.S., M.A., membedah substansi PPTM 2026.







