“Kalau melewati batas waktu, kami akan melakukan pemutusan. Ini demi keselamatan dan estetika kota,” tegasnya.
Ia juga mengakui masih adanya kendala di lapangan, seperti galian yang belum rapi, namun pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan secara bertahap.
Di akhir pernyataannya, Henryco mengajak masyarakat untuk mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sekaligus memanfaatkan layanan digital yang disediakan pemerintah.
“Masyarakat harus mulai melek teknologi. Tapi bagi yang masih nyaman dengan layanan manual, tetap kami layani,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat 112 serta hotline pengaduan yang disediakan pemerintah.
Perlu diketahui, Program Ngulik dan Bandung Satu Data menjadi langkah strategis Diskominfo Kota Bandung dalam memperkuat transformasi digital, sekaligus memastikan pelayanan publik yang lebih cepat, akurat, dan transparan. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Kota Bandung diharapkan mampu kembali menjadi barometer kota digital di Indonesia.***






