Penegasan tersebut muncul menanggapi banyaknya sorotan masyarakat yang melihat kesan adu peran antara Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung di media sosial. Forum menilai kesan persaingan semacam itu berisiko membingungkan perangkat daerah dalam menentukan rujukan kerja, dan pada akhirnya berdampak pada mutu pelayanan publik. Padahal, beban persoalan yang dihadapi Kota Bandung saat ini tidak menyisakan ruang untuk kebingungan.
Paparan para narasumber dan aktivis yang hadir menggambarkan Kota Bandung tengah menghadapi persoalan berat pada bidang infrastruktur, ekonomi politik, lingkungan hidup, sosial budaya, serta perilaku koruptif.
R. Wempy Samkarya, S.H., M.H. mengemukakan tiga persoalan utama yang dihadapi Kota Bandung. Pertama, krisis fiskal berupa defisit anggaran sekitar Rp300 miliar akibat berkurangnya dana transfer pusat sebesar Rp600 miliar. Kedua, persoalan sampah yang tak kunjung selesai di tengah ancaman penutupan TPA Sarimukti. Ketiga, dinamika koordinasi internal di lingkungan Pemerintah Kota Bandung yang berpotensi memperlambat pengambilan keputusan strategis.








