Wilayah ini tergolong aktif dengan 12 Posyandu yang berjalan. Kendati demikian, wilayah ini masih menghadapi sejumlah persoalan klasik perkotaan: sanitasi lingkungan yang belum merata, stunting, dan potensi banjir akibat posisi topografi yang rendah.
Farhan menyampaikan, Pemkot Bandung tengah menyiapkan restrukturisasi kelembagaan Posyandu, menyesuaikan dengan Permendagri terbaru tentang Tim Penggerak Posyandu (TP Posyandu).
Kader Posyandu kini tidak hanya melayani ibu dan balita, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimum (SPM), yaitu pendidikan, kesehatan, sosial, perumahan, ketertiban umum, dan infrastruktur.
“Kader Posyandu adalah jantung pelayanan masyarakat. Mereka bukan hanya pelayan kesehatan, tapi penggerak perubahan sosial di tingkat warga,” ucapnya.







