Henryco mengungkapkan masih banyak aplikasi yang fungsinya serupa namun tidak terintegrasi, sehingga menyulitkan efektivitas pelayanan publik.
“Kita sedang melakukan ‘cleansing’ aplikasi. Tidak boleh lagi satu wilayah membuat aplikasi yang sama tapi tidak terhubung,” tegasnya.
Sebagai solusi, Diskominfo akan menggabungkan berbagai aplikasi menjadi satu sistem terpadu yang lebih efisien dan mudah digunakan. Selain Ngulik, Diskominfo juga tengah mengembangkan program “Bandung Satu Data” sebagai sistem pengelolaan data terpadu berbasis kewilayahan.
Program ini akan menghimpun data dari tingkat RW hingga kota, mulai dari data kependudukan, ekonomi, hingga sosial. “Kalau data benar, maka keputusan pimpinan juga akan benar. Tapi kalau datanya salah, kebijakan pun bisa meleset,” jelas Henryco.






